Dunia Sophie : Novel Grafis Filsafat "Dari Descartes Hingga Masa Kini"
Akhirnya Nisa memilih 'berhenti dan memutuskan menerima Bima. "Jujur, Win. Aku sendiri tidak tahu, mengapa aku menerimanya. Mungkin... aku menerima karena memang tidak punya alasan untuk menolak. Setelah sekian lama istikharah, rasanya memang dia jodohku. Lagipula, sekarang aku mencoba mengubah paradigma berpikirku tentang suami dan pernikahan. Aku lebih percaya pada pilihan-Nya. Yeah, we never…
novel ini bertemakah romantis-religius
Menurut kamu, wajar nggak, kalau ada ikhwan naksir akhwat? Malam itu, Rahma berbisik- bisik pada Aning, menceritakan kejadian yang menimpanya. "Ada... ada yang suka... sama aku," ucapnya lirih. Aning jelas kaget. Suka sama Rahma? Mengherankan! Memang sih, Rahma manis. Tapi kan, orangnya selebor dan cuek gitu. Tomboi lagi. "Ikhwan? Asli? Siapa?" berondong Aning tanpa bisa dicegah. "Ikhwan! Senio…
Novel ini paket lengkap spesial. Ada cerita tentang keluarga yang mengharukan, persahabatan, lingkungan hidup, bahkan juga tentang penjelasan pemberontakan besar di masa lalu lewat sudut pandang yang berbeda. Bacalah. Kalian akan merasakan petualangan seru.” —Tere Liye, penulis “Anak Rantau mengajak kita menjenguk ulang makna keluarga, persahabatan, akar budaya. Bak hidangan Minang…
"Whooaaaaa!!!" Si cewek keningnya berkerut. Lagi-lagi mati lampu, dia yakin teri akanitu berasal dari kamar mand. Si cewek sendiri pun sedang membaca buku favorit-nya, Malcolm in the Middle, dan tiba-tiba gelap. Dia kecewa berat. Si cewek meraba-raba sesuatu di sekitar, lalu Susan menyentuhnya. Membuat keduanya berteriak. "Hei, cew, si Mi'un nyariin. Katanya, u disuruh bacain ayat kursi.." "Hah…
rantac, bomber yang dianggotai Chandra, Ipung, Anjas. Didit, Gege, dan Roni kesal bukan main. Bagaimana tidak? Grafiti hasil kerja keras mereka ditimpa oleh bomber lain. Penasaran, mereka pun menyelidiki, kelompok mana yang nekat membikin masalah. Tak terduga, Brantac terseret dalam perseteruan antar- geng yang mencapai puncaknya ketika terjadi perkelahian antara Anjas dan Roni dengan geng bomb…
Akulah Lenggini! Jika takdir bisa menyingkirkan aku dari kehidupan, maka aku pun akan menyingkirkan takdir dari keyakinan manusia. Sosoknya muncul setiap bulan purnama penuh di atas Bukit Ramalan. Dua bayangan misterius selalu mengawalnya dengan lolongan bak srigala. Jubah hitam menebar ancaman, katanya memuntahkan kutukan. Lenggini.... Selama ratusan tahun, ramalan-ramalan buruknya meneror pen…