Akhirnya Nisa memilih 'berhenti dan memutuskan menerima Bima. "Jujur, Win. Aku sendiri tidak tahu, mengapa aku menerimanya. Mungkin... aku menerima karena memang tidak punya alasan untuk menolak. Setelah sekian lama istikharah, rasanya memang dia jodohku. Lagipula, sekarang aku mencoba mengubah paradigma berpikirku tentang suami dan pernikahan. Aku lebih percaya pada pilihan-Nya. Yeah, we never…
Tio baru tahu kalau ternyaa akhwat punya konsep kriteria tersendiri untuk 'Pangeran Impian.' Sebuah konsep yang cuup membuatnya tersinggung. Akhwat sering mencela ikhwan yang katanya pemilih. Ternyata mereka pun tidak kalah pemilihnya. Kalau alasan agama atau kepribadian yang jadi ukuran, tidak masalah. Tapi, ini masalah fisik.