Akhirnya Nisa memilih 'berhenti dan memutuskan menerima Bima. "Jujur, Win. Aku sendiri tidak tahu, mengapa aku menerimanya. Mungkin... aku menerima karena memang tidak punya alasan untuk menolak. Setelah sekian lama istikharah, rasanya memang dia jodohku. Lagipula, sekarang aku mencoba mengubah paradigma berpikirku tentang suami dan pernikahan. Aku lebih percaya pada pilihan-Nya. Yeah, we never…
Menurut kamu, wajar nggak, kalau ada ikhwan naksir akhwat? Malam itu, Rahma berbisik- bisik pada Aning, menceritakan kejadian yang menimpanya. "Ada... ada yang suka... sama aku," ucapnya lirih. Aning jelas kaget. Suka sama Rahma? Mengherankan! Memang sih, Rahma manis. Tapi kan, orangnya selebor dan cuek gitu. Tomboi lagi. "Ikhwan? Asli? Siapa?" berondong Aning tanpa bisa dicegah. "Ikhwan! Senio…