Tio baru tahu kalau ternyaa akhwat punya konsep kriteria tersendiri untuk 'Pangeran Impian.' Sebuah konsep yang cuup membuatnya tersinggung. Akhwat sering mencela ikhwan yang katanya pemilih. Ternyata mereka pun tidak kalah pemilihnya. Kalau alasan agama atau kepribadian yang jadi ukuran, tidak masalah. Tapi, ini masalah fisik.
Seorang wanita berkerudung hitam tergugu di kuburan. Matanya merah sembab karena air mata yang tak kunjung henti membasahi pipinya. Ada rasa aneh menjalari tepi- tepi hati Mara. "Ssaya.. saya.. istri Wijaya," kata wanita itu hampir tak terdengar. Pengakuan itu bagai petir yang menggelegar saat hujan lebat, yang menyambar-nyambar di telinga Mara. Di hari pemakaman Wijaya, suaminya, wanita itu me…