Text
Tegur Sapa Untuk Hati
Buku 'Tegur Sapa Untuk Hati ini merupakan renungan panjang Syekh nurani Beliau telah banyak belajar dari satu ulama ke ulama yang lain untuk dapat menundukkan hati. Pengembaraan ilmu itu membawa beliau berguru sampai ke tanah suci Mekah. Sehingga akhirnya sampai jua hasrat
beliau untuk mengenal hati dan mencapai kenikmatan hidayah yang sejati. Beliauberkata:
"Usia saya semakin hari semakin tua dan kini mencapai 56 tahun. Akan tetapi sampai saat ini, saya rasa hati inibelum juga tersentuh dengan ilmu
yang saya kuasai. Tidak ada penambahan hidayah dengan bertambahnya ilmu. Bahkansetiap kali ilmu bertambah rasanya diri ini semakin cinta
kepada dunia dan semakin malas beribadah. Telah lama saya fikirkan dan saya amati tentang sebab semua ini. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa
sebab utamanya adalah hilangnya rasa 'Muraqabah (rasa pengawasan Allah), tidakadanya kesinambungan dalam bertafakkur serta berkurangnya rasa keyakinan dan ketetapan hati terhadap Allah"
Dalam buku ini Ulama Minangkabau sezaman dengan almarhum Dr.H. Abdul Karim Amrullah (ayahanda Hamka) itu berhasil mengupas kisi-kisi hati yang ditunggangi arogansi nafsu satu demi satu. Beliau berusaha memindahkan apa yang dirasakannya itu kepada kita: "Perasaan diperhatikan Allah detik demi detik". Simaklah untaian mutiara yang dikatakan oleh Syeikh Jamil Jaho berikut:
"Suatu ilmu itu dikatakan bermanfaat jika ilmu tersebut berupaya untuk mendekatkan diri seseorang kepada Tuhannya. Juga apabila dengan ilmu
tersebut seseorang mampu menyembah Tuhan dalam keadaan seolah-olah Tuhan memperhatikannya. Itulah puncak kebahagiaan, permohonan dan
kehendak yang paling tinggi."
Buku ini sangat sesuai dijadikan hand book bagi siapa saja yang sedang berjuang memperbaiki diri dengan metode meneropong ke dalam hati
sanubari. Menyadari beberapa kelemahan diri melalui rasa hati, merupakan langkah pertama menjadi hamba-Nya yang dicintai.
| B230896 | 2X5.2 MUH t | Perpustakaan Al-Adzkar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain