Text
Konsep, Produk dan Implementasi Operasional Bank Syariah
Sosialisasi maupun penjelasan dari berbagai lembaga/institusi keuangan syariah ataupun lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang ekonomi syariah, mulai bertebaran dan sambung menyambung mensyiarkan perekonomian syariah, yang konon lebih tangguh dari sistem konvensional. Hal ini juga dikemukakan dalam berbagai buku yang diterbitkan dan menjelaskan tentang perekonomian syariah, perbankan syariah, akuntansi syariah dan lain sebagainya. Pertanyaannya adalah bagaimana menyambung antara pengetahuan syariah yang sudah dimiliki dan implementasinya secara operasional di lapangan? Benarkan sistem perbankan syariah lebih tangguh dan mampu mengatasi badai naik turunnya suku bunga yang mengepung sistem syariah itu sendiri? Bagaimana tanggapan konsumen, pengusaha, pelaku sektor riil terhadap sistem itu sendiri? Mengapa selama sembilan tahun terakhir ini bank syariah yang sudah ada belum memberi dampak dan kesan sebagai unit bisnis yang menguntungkan? Semua pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh para pelaku yang telah mengalami dan menjalani sistem perbankan syariah ini secara nyata di lapangan. Mereka merasakan return yang diperoleh melebihi dari return suku bunga konvensional; merasakan proses pendidikan pada konsumen; menyebarkan pengetahuan tentang perbankan syariah; melakukan penjelasan ulang terus-menerus untuk subyek yang sama dalam kurun waktu lama; menerima tanggapan maupun penolakan konsumen, hujatan bahkan keengganan masyarakat untuk mengaplikasi sistem ini dan proses-proses lainnya yang semuanya berpengaruh pada hasil akhir mencapai predikat unit bisnis yang menguntungkan. Untuk membuktikan semua ini maka para pelaku, dalam hal ini bank-bank konvensional, harus merasakannya dengan memiliki paling tidak salah satu cabangnya sebagai cabang syariah dari bank konvensional. Maka seluruh pertanyaan-pertanyaan dan keraguan yang selama ini timbul dari sistem perbankan secara bagi hasil akan AL-A terjawab dengan mudah. Namun untuk memulainya dan mengambil keputusan untuk memiliki sebuah cabang syariah dalam jajaran struktur organisasi masih diperlukan keyakinan, pemikiran, persiapar, proyeksi dan perhitungan-perhitungan yang cermat agar kiranya para pengambil keputusan tidak ragu dan yakin bahwasanya keberadaan cabang syariah dalam struktur organisasi akan memberikan kontribusi positif bagi lembaga keuangan itu sendiri
| B230755 | 2X6.3 DJA k | Perpustakaan Al-Adzkar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain