Text
Prinsip-Prinsip Gerakan Dakwah yang Mutlak dan yang Relatif
Kemunculan berbagai gerakan untuk memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam di tengah masyarakat sungguh merupakan fenomena yang positif dan menggembirakan. Paling tidak, fenomena ini mengisyaratkan munculnya kesadaran umat untuk membangun kembali kejayaan agama mereka seperti yang pernah diraih di masa lalu. Hanya saja, sebuah gerakan Islam terkadang terlahir dengan landasan wawasan keislaman yang kurang dalam, apalagi di tingkat akar rumput para pengikutnya. Hal seperti ini lalu memunculkan perilaku yang kurang proporsional dalam mensikapi aliran gerakannya. Jika ini terjadi pada beberapa kelompok gerakan pemikiran, maka yang terjadi kemudian adalah munculnya gesekan-gesekan dan bahkan disharmoni hubungan antar mereka. Gesekan-gesekan ini muncul biasanya lebih karena keawaman bahkan kebodohan- pelakunya. Mereka tidak bisa membedakan mana hal-hal yang mutlak (tsawabit) dan mana pula yang relatif (mutaghayirat) dalam ajaran Islam. Mana yang prinsip dasar dan berlaku terus dan mana pula yang bisa berubah sesuai dengan kebutuhan medan dakwah. Contoh yang klasik misalnya, ada keretakan hubungan ukhuwah sesama Muslim namun beda kelompok gerakan, hanya karena dipicu oleh perbedaan pandangan dalam furu'iyah fiqhiyah, seperti qunut Subuh. Buku ini merupakan refleksi keprihatinan dari seorang aktivis dakwah yang luas dan dalam pengetahuannya (Dr. Shalah Shawi), akan banyaknya kasus pensikapan terhadap suatu aliran gerakan dakwah yang tidak proporsional. Dengan banyak menukil berbagai rujukan dari kalangan ulama yang mu'tabar (diakui), beliau memilah-milah mana yang mutlak dan mana yang fleksibel dalam berbagai kasus keislaman, dari masalah akidah hingga masalah dakwah. Buku ini sangat bermanfaat karena sarat dengan tuntunan para ulama salaf ihwal pandangan mereka terhadap beragam kasus di lapangan dakwah.
Sangat baik untuk ditelaah oleh berbagai kalangan Islam.
| B230680 | 2X7.2 SHA p | Perpustakaan Al-Adzkar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain