Text
Pria & Wanita dalam Satu Gerbong
Mahligai rumah tangga yang kini Anda jalani, tak ubahnya sebuah gerbong kereta. Ya, sebuah gerbong rumah tangga yang akan menembus
dan melintasi rel waktu dari dunia sampai akhirat, pasanganmu di sini, di dunia ini, boleh jadi akan menjadi kekasihmu juga di akhirat. Pastikan
bekal sebelum mengawali perjalanan dan jangan bermimpi rel yang akan dilintasi bertabur bunga. Sebaliknya, onak dan duri sepanjang perjalanan
rumah tangga bertebaran di mana-mana. Suami, ibarat lokomotif dari setiap pergerakan rumah tangga, pengayom istri dan si buah hati belahan jantung dari derasnya hembusan angin badal, di sana ia menyisakan jejak-jejak kesalehan dan rahmat kepada mereka, pembebas dari rantai-rantai yang membelenggu, dari penjara yang menawan, menjadi tumpuan impian dan cita-cita. Sementara, istri ibarat matahari yang memporak-porandakan awan dan ragam ancaman kehidupan, betapa pun tumpukan awan dan ancaman itu, sebagai cermin dan ilham bagi suami. Jadilah orang yang lebih ceria daripada musim semi dengan bunga-bunganya, dan lebih tenteram daripada para malaikat di langit sana. Curahkan desah nafasmu bagaikan tetesan hujan, yang menyegarkan kembali bunga-bunga yang telah layu. Banyak guratan kata untuk buku "Pria dan Wanita dalam Satu
Gerbong" ini, dan ini adalah satu kepingan dari kata itu. Sehingga tak pelak, buku ini menjadi penting untuk dimiliki karena sarat dengan muatan
ilmu dan hal baru tentang pernikahan dan bahtera rumah tangga yang layak diketahui, memandu Anda melewati lintasan-lintasan kesulitan,
sehingga gerbong kereta Anda tes melaju menuju stasiun sakinah sampai kebahagiaan akan mendan hanya sekadar mimpi yang naif menjadi
kenyataan hidup yang kasat mata.
| B230188 | 2X4.31 MUH p | Perpustakaan Al-Adzkar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain