Text
Petunjuk Jalan
Orang-orang yang bergerak dijalan dakwah Islam memerlukan suatu "petunjuk jalan" sehingga dakwahnya dapat efektif mengenai sasaran. "Petunjuk" itu bukan digali dari akal pikiran manusia karena ia terbatas dan hasilnya coba-coba serta tambal sulam. "Petunjuk" itu harus digali dari sumber orisinal agama ini, yaitu Al-Qur' anul Karim dan Sunnah Nabi saw., karena keduannya merupakan "sumber Rabbani" yang diturunkan oleh Allah SWT. Kedua sumber ini telah berhasil memunculkan suatu keharusan bagi orang-orang yang bergerak di jalan dakwah untuk kembali kepada
kedua sumber itu jika ingin "menghidupkan" kembali generasi seperti sahabat r.a.. Inilah "petunjuk jalan" yang harus diambil dan diikuti.
Sayyid Quthb lahir pada tahun 1906 di kota Asyut, Mesir. la bergabung dengan jamaah Ikhwanul Muslimin pada 1951 dan menjadi salah satu tokohnya yang berpengaruh. Dia juga disebut-sebut sebagai ideolog pergerakan Ikhwan setelah Hasan al-Banna. Sekitar Mei 1955, ia ditangkap bersama
tokoh Ikhwan lainnya dengan tuduhan berkomplot untuk menggulingkan pemerintah, lalu dibebaskan pada 1964. Setahun kemudian ia ditangkap kembali. Pada hari Senin, 13 Jumadil Awwal 1386 atau 29 Agustus 1966 ia dan dua orang temannya (Abdul Fatah Ismail dan Muhammad Yusuf
Hawwasy) syahid di tali tiang gantungan.
Karya-karyanya antara lain: at-Tashwir al-Fanni fil-Qur'an, Musyaahidat al-Qiyaamah fil-Qur'an, al-'Adaalah al-Ijtimaaiyah fil Islam, Fi Zhilalil-Qur'an yang diselesaikannya di dalam penjara, dan Ma'aalim fith-Thaariq 'Petunjuk Jalan' (1964) yang juga ia buat semasa di tahanan. Buku yang
terakhir inilah, yang membuatnya dihukum gantung karena mengungkapkan ide-idenya yang revolusioner.
| B230180 | 2X7.2 SAY p | Perpustakaan Al-Adzkar | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain