Seorang wanita berkerudung hitam tergugu di kuburan. Matanya merah sembab karena air mata yang tak kunjung henti membasahi pipinya. Ada rasa aneh menjalari tepi- tepi hati Mara. "Ssaya.. saya.. istri Wijaya," kata wanita itu hampir tak terdengar. Pengakuan itu bagai petir yang menggelegar saat hujan lebat, yang menyambar-nyambar di telinga Mara. Di hari pemakaman Wijaya, suaminya, wanita itu me…